Rupiah Masih Kalah Perkasa dengan USD

Angga Bratadharma 31 Oktober 2018 10:33 WIB
kurs rupiah
Rupiah Masih Kalah Perkasa dengan USD
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksikan menguat ke level 97,0-97,2 terhadap hampir semua mata uang kuat dunia lainnya. Penguatan USD tersebut didorong ekspektasi investor bahwa data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) di triwulan keempat akan kembali menguat.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan data kepercayaan konsumer AS di Oktober yang meningkat dari 135,3 di September menjadi 137,9 di Oktober menjadi indikator awal bahwa pertumbuhan konsumsi AS masih kuat. Selain itu, data pertumbuhan triwulan ketiga sebesar 3,5 persen (QoQ) masih lebih tinggi dari ekspektasi analis sebesar 3,2 persen (QoQ).

Penguatan indeks USD tersebut, lanjutnya, kemungkinan mendorong pelemahan nilai tukar rupiah lebih lanjut di tengah ekspektasi meningkatnya inflasi di Oktober yang diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 0,5 persen secara bulan ke bulan (MoM) dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp15.200 sampai dengan Rp14.250 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 431,72 poin atau 1,77 persen menjadi 24.874,64. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 41,38 poin atau 1,57 persen menjadi 2.682,63. Indeks Nasdaq Composite meningkat 111,36 poin atau 1,58 persen menjadi 7.161,65.

Saham Intel dan Boeing masing-masing naik sebanyak 5,20 persen dan 4,27 persen, memimpin para pemenang di Dow Jones. Sedangkan saham Caterpillar dan Nike naik lebih dari tiga persen pada penutupan, juga di antara para pemain terbaik.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan layanan komunikasi dan energi masing-masing naik sebanyak 2,49 persen dan 2,30 persen, memimpin kenaikan. Saham produsen cip AS Nvidia melonjak 9,36 persen, berkontribusi pada kenaikan Nasdaq.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id