Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Rupiah Pagi Perkasa di Rp14.165/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 18 Januari 2019 08:46
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.191 per USD. Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan diharapkan memberi efek positif untuk rupiah terus menguat di sepanjang hari ini.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 18 Januari 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.165 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.155 hingga Rp14.165 per USD dengan year to date return di 1,58 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.959 per USD.
 
Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,01 persen menjadi 96,0658. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1390 dari USD1,1398 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2987 dari USD1,2870 pada sesi sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan dolar Australia naik menjadi USD0,7200 dibandingkan dengan USD0,7176. Dolar AS dibeli 109,26 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9937 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9906 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3266 dolar Kanada dari 1,3249 dolar Kanada.
 

 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 162,94 poin atau 0,67 persen, menjadi berakhir di 24.370,10 poin. Indeks S&P 500 ditutup naik 19,86 poin atau 0,76 persen, menjadi 2.635,96 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 49,77 poin atau 0,71 persen, menjadi berakhir di 7.084,46 poin.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor industri dan material naik lebih dari 1,6 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya. Netflix memberikan hasil kuartal keempat yang beragam setelah penutupan perdagangan Kamis 17 Januari, karena labanya mengalahkan ekspektasi sementara pendapatannya meleset dari perkiraan.
 
Hasil itu mengirim harga sahamnya merosot lebih dari dua persen dalam perdagangan afterhours atau perdagangan di luar jam perdagangan reguler. Awal pekan ini, Netflix mengumumkan akan menaikkan harga berlangganan bulanan di Amerika Serikat sebesar 13 persen hingga 18 persen, sebuah langkah yang didukung oleh Wall Street.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi