Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)
Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)

Usai Natal, Rupiah dan IHSG Dibuka Tertekan

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 26 Desember 2018 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore pada Senin atau usai libur Natal di posisi Rp14.552 per USD. Tetap perlu diwaspadai sejumlah katalis negatif yang bisa memicu rupiah melemah lebih dalam seperti terus ambruknya pasar saham Amerika Serikat.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 26 Desember 2018, rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.599 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.599 per USD dengan year to date return di 7,76 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.300 per USD.
 
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di area negatif dengan melemah sebanyak 36,95 poin atau setara 0,6 persen ke level 6.126. Sedangkan LQ45 tertekan sebanyak 9,23 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 979 dan JII menurun sebanyak 6,29 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 683.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, menjelang akhir tahun, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD diprediksi melemah yakni bergerak di kisaran Rp14.540 sampai Rp14.556 per USD. Meski demikian, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan guna memperkuat gerak rupiah berbaris di zona hijau.
 
"Laju rupiah secara tren masih berada di sekitar area middle bollinger band. Namun terlihat mulai menjauhi ke atas atau dengan kata lain rupiah kian melemah," kata Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada.
 
Reza menjelaskan adanya pelemahan USD sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan rupiah sehingga penurunan tidak dapat dihindari. Ia berharap pelemahan USD yang diprediksi masih terjadi hingga hari ini bisa dimanfaatkan oleh rupiah sehingga pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam.
 
"Pergerakan USD yang masih melemah dalam merespons sentimen internalnya diharapkan dapat menjadi pendorong rupiah untuk tidak melemah lebih dalam," pungkas dia.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif