BTN Cetak Laba Bersih Rp2,23 Triliun di Akhir Triwulan III-2018

Husen Miftahudin 25 Oktober 2018 16:49 WIB
btn
BTN Cetak Laba Bersih Rp2,23 Triliun di Akhir Triwulan III-2018
Direktur Utama BTN Maryono. Dok: BTN.
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sepanjang triwulan III-2018 mengucurkan kredit sebanyak Rp220,1 triliun atau naik 19,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp184,5 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono menyatakan kenaikan pertumbuhan kredit perseroan hingga akhir September 2018 didorong oleh kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Pasalnya, bank yang telah berusia 68 tahun itu telah resmi mendapatkan kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN Iebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," ujar Maryono dalam paparan kinerja BTN triwulan III-2018 di Gedung BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Di sisi lain, BTN mencatat Non Performing Loan (NPL) pada triwulan III-2018 sebesar 2,65 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,07 persen.


Menurut Maryono, kinerja perseroan yang berhasil memoles NPL membuat laba bersih BTN terkerek menjadi Rp2,23 triliun. Capaian tersebut tumbuh 11,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2 triliun.

"Pertumbuhan laba BTN disokong pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp7,54 triliun atau naik 15,29 persen dibandingkan triwulan III-2017 yang hanya sebesar Rp6,54 triliun," bebernya.

Adapun pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4,35 persen. Pertumbuhan laba dan kredit mendongkrak aset BTN menjadi sebesar Rp272,3 triliun atau tumbuh 17,41 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp231,93 triliun.

Di tengah persaingan mengail dana murah, lanjutnya, BTN berhasil meraup Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp195,04 triliun atau naik 16,06 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp168,05 triliun. 

"Pertumbuhan dana simpanan BTN tersebut berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2018 menunjukkan DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 6,88 persen yoy," pungkas Maryono. 




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id