Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Pasar Modal Indonesia Berupaya ke Area Hijau

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 27 Desember 2018 08:15
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih mencoba menguat meski sentimen positif dari faktor eksternal berkurang. Sebelumnya ada beberapa faktor eksternal yang membantu pergerakan IHSG terus berada di zona hijau, tetapi sayangnya hari ini faktor positif tersebut mulai berkurang.
 
Analis Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati mengatakan faktor itu yakni investor memandang Amerika Serikat (AS) sebagai pusaran ketidakpastian pasar tahun depan. Hal ini karena politik AS di mana Demokrat selaku oposisi memenangkan Pemilu Sela pada November 2018, sehingga menguasai DPR.
 
Kemudian, tanda-tanda ketidakstabilan politik AS telah dimulai saat ini di mana setelah libur Natal Presiden Donald Trump dan Kongres belum menyepakati anggaran guna menyediakan USD5 miliar untuk perbatasan Meksiko-AS.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, diperkirakan penutupan Pemerintah AS akan berlangsung paling tidak hingga 3 Januari 2018 atau sampai hari pertama Demokrat menguasai DPR AS. Tidak hanya itu, perekonomian AS juga menghadapi ketidakpastian tentang perang dagang AS-Tiongkok yang telah merembet ke masalah geopolitik dan keamanan dalam negeri.
 
Dari Tiongkok, PBoC memperkirakan terjadinya tekanan terhadap pertumbuhan Tiongkok tahun depan. PBoC optimistis bahwa stimulus ekonomi akan terus dilakukan walaupun tidak akan terjadi secara sporadis.
 
"Walaupun sentimen positif global berkurang, kami menilai IHSG dapat berpeluang kembali menguat akibat aksi window dressing pada perdagangan saham hari ini," kata Suryo, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018, seraya meyakini gerak IHSG berada di rentang support 6.050-6.100 dan resisten 6.150-6.200.
 
Beberapa saham perusahaan yang direkomendasikan untuk diperhatikan investor adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Ramayana Lestari SentosaTbk (RALS).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi