Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca)

Emiten SSIA Bukukan Pendapatan Rp2,6 Triliun

Ekonomi emiten
Dian Ihsan Siregar • 14 Desember 2018 07:08
Jakarta: PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun sepanjang sembilan bulan pertama di 2018. Pencapaian itu tumbuh 12,8 persen bila dibanding Rp2,3 triliun di periode yang sama di 2017.
 
Direktur atau Corporate Secretary Surya Semesta Internusa Herman Gunadi mengatakan peningkatan pendapatan ini dikontribusi oleh peningkatan pendapatan di unit usaha konstruksi dan perhotelan, yang masing-masing sebesar 22,9 persen dan 9,8 persen di kuartal III-2018.
 
"Meski di lain sisi, unit usaha properti perseroan mengalami penurunan pendapatan sekitar 30,5 persen akibat tidak adanya penjualan lahan di kuartal III-2018," ucap Herman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan pendapatan yang naik cukup besar, kata dia, tidak cukup besar berdampak ke laba bersih perusahaan. Sebab, perusahaan merugi Rp65,6 miliar dari laba Rp1,2 triliun di kuartal III-2017. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan dari unit usaha properti.
 
Herman mengaku perusahaan optimistis menatap 2019 yang akan datang. Meski bersamaan dengan tahun politik, kinerja perusahaan pada tahun depan diperkirakan akan membaik, seiring dengan insentif-insentif yang dikeluarkan pemerintah serta beberapa proyek strategis yang telah dipersiapkan oleh perusahaan.
 
"Kami optimistis, kondisi ekonomi di 2019 akan mengalami kemajuan, meski berada di tahun politik. Kondisi politik pun diprediksi stabil dan berdampak baik pada investasi di Indonesia. Jadi kami juga optimistis bisnis akan positif di 2019," ujar Herman.
 
Dia mengaku, penyerapan lahan industri akan semakin membaik di tahun depan, meski alurnya sudah terlihat dan tak kunjung membaik sejak 2015. Bahkan beberapa pihak memperkirakan pertumbuhan penjualan lahan kawasan industri sekitar 10-15 persen di 2019.
 
"Pemerintah dinilai tanggap dalam menghadapi pelemahan di industri properti dan konstruksi yang selama ini menjadi motor penggerak bisnis SSIA. Meski banyak investor yang memilih untuk wait and see selama 2019 akibat bersamaan dengan tahun politik dan belum menentunya ekonomi global, SSIA telah mempersiapkan beberapa langkah bisnis strategis yang akan berkontribusi positif dalam waktu jangka panjang," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi