Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Hostile Take Over Rugikan Investor Publik

Ekonomi investor bei
Media Indonesia • 18 Juli 2019 10:41
Jakarta: Pengambilalihan kontrol perusahaan secara paksa (hostile takeover) yang terjadi di sejumlah emiten di bursa saham Indonesia dinilai dapat merugikan investor publik.
 
Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) Sanusi mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) sebaiknya mengatur lebih jauh bagimana mekanisme pemegang saham publik bisa terlibat dalam susunan manajemen perseroan.
 
Hal ini perlu dilakukan agar seluruh tindakan manajemen perseroan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan kepentingan seluruh pemegang saham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di luar negeri ada istilah proxy, yaitu sebagian besar pemegang saham publik bisa memberikan masukan terhadap perusahaan. Proxy memungkinkan pemegang saham investor publik bisa terlihat dalam mengontrol jalannya perusahaan," jelasnya.
 
Baca juga: Respons Bursa terkait Gagal Bayar Surat Utang Jababeka
 
Sanusi mengambil contoh konflik pengambilalihan kontrol di tubuh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). Terkait itu dia berharap BEI mengambil kebijakan untuk melindungi investor publik.
 
Adapun hingga saat ini BEI membekukan sementara perdagangan saham KIJA guna mendapat penjelasan lebih lanjut. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif