Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Dolar Melempem, Rupiah Siap Unjuk Gigi

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 07 Januari 2019 08:57
Jakarta: Laju rupiah hari ini diprediksi melanjutkan penguatan seiring dengan pelemahan mata uang Amerika Serikat (USD).
 
Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan indikasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga kebijakannya (Fed Fund Rate) di 2019 membuat USD semakin melempem. Kondisi itu membuat potensi rupiah terus akan bergerak menguat.
 
"Dari sisi tren masih memungkinkan untuk kembali positif seiring dengan pergerakan USD yang berbalik melemah," kata Reza dalam hasil risetnya, Senin, 7 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, rilis data perekonomian tentang cadangan devisa hari ini juga disinyalir akan membantu menopang rupiah lebih menguat. Apabila pasar merespons positif rilis tersebut, rupiah akan melanjutkan penguatan.
 
"Ada rilis cadangan devisa, ini tinggal melihat reaksi pasar. Kalau positif, maka itu akan membantu rupiah bertahan naik," ucap dia.
 
Sebelumnya, mengutip Bloomberg, Jumat, 4 Januari 2019, rupiah menguat tajam hingga mencapai 146,5 poin atau setara 1,02 persen ke posisi Rp14.270 per USD. Pada awal pembukaan perdagangan rupiah sempat berada di level Rp14.380 per USD dibandingkan sebelumnya yang berada di Rp14.416 per USD.
 
Sementara Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp14.265 per USD. Rupiah menguat hingga mencapai 135 poin atau setara 0,94 persen dari sebelumnya dibuka di Rp14.400 per USD. Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.350 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif