Perusahaan Keluarga Diimbau Lakukan IPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma).
Jakarta: Perusahaan keluarga disarankan untuk menjalankan penawaran umum saham perdana (IPO) atau go public di pasar modal Indonesia. Perusahaan keluarga yang dilepas ke publik bisa menjadi solusi anggota keluarga menghindari perselisihan usaha.

‎Kepala Divisi Pengembangan Calon Emiten BEI Umi Kulsum mengatakan perusahaan keluarga yang menjalankan IPO dapat lebih mudah memantau perusahaan pada saat berjalan.‎

"Jika pendiri sudah tidak jadi pengelola perusahaan dan perusahaan dikelola anggota keluarganya, pendiri perusahaan tetap bisa memantau jalannya perusahaan," tutur Umi, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.


Pendiri perusahaan keluarga, tutur Umi, cukup memahami kepentingan keturunan mereka di masa mendatang. "Kita contohkan, salah satu industri jamu nasional yang memutuskan untuk IPO, karena ingin menghindari perselisihan keluarga. Akhirnya, industri jamu itu tumbuh lebih baik (setelah IPO)," jelas Umi.

Senada, Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso‎ menambahkan keuntungan perusahaan dalam melakukan IPO bisa mendapatkan akses dana lebih mudah, seperti melalui obligasi dan lainnya.‎

"Setelah IPO, perusahaan pastinya dapat akses mencari dana obligasi di dalam negeri dan obligasi yang ada di luar negeri," pungkas dia.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360