Ilustrasi (AFP PHOTO/ROMEO GACAD)
Ilustrasi (AFP PHOTO/ROMEO GACAD)

Gerak Rupiah Berpotensi Kembali Lesu

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 09 Januari 2019 08:16
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi melemah meskipun level rupiah masih lebih kuat dibandingkan dengan beberapa negara lain. Meski demikian, diharapkan terdapat katalis positif untuk membuat rupiah berbalik arah dan menuju area positif.

Senior Analyst CSA Research Reza Priyambada mengatakan mulai menguatnya USD membuat laju rupiah kembali melemah. Penguatan USD tersebut dipicu oleh kondisi benua Eropa yang dilihat dari data-data perekonomiannya menunjukkan penurunan.

"Dengan pelemahan tersebut maka memberikan kesempatan pada USD untuk berbalik menguat sehingga berimbas negatif pada rupiah," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Reza memprediksi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.132 sampai Rp14.150 per USD. "Penguatan rupiah yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai adanya pembalikan arah," jelas dia. Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin mata uang rupiah melemah 65 poin dengan berada pada Rp14.147 per USD menurut data Bloomberg. Sementara Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 60 poin menjadi Rp14.145 per USD. Bank Indonesia melansir mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.031 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,09 persen menjadi berakhir pada 23.787,45 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,97 persen menjadi 2.574,41 poin, dan Komposit Nasdaq menambahkan 1,08 persen menjadi 6.897,00 poin. Sektor keuangan adalah satu-satunya komponen indeks S&P yang tidak naik.

Reli tiga hari dimulai pada Jumat 4 Januari setelah data pekerjaan AS yang kuat dan komentar dovish tentang suku bunga oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell telah mengangkat S&P 500 lebih dari sembilan persen dari posisi terendah 20 bulan yang tersentuh sekitar Natal. Indeks S&P 500 telah menguat dalam tujuh sesi dari sembilan sesi terakhir.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi