Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Sepanjang 2016, Kontrak Baru Wika Beton Naik Jadi Rp6,01 Triliun

Dian Ihsan Siregar • 11 Januari 2017 17:14
medcom.id, Jakarta: Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yaitu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) telah meraup kontrak baru sebesar Rp6,01 triliun sepanjang 2016. Pencapaian itu mengalami kenaikan 73 persen jika dibanding kontrak baru yang diraih sebesar Rp3,48 triliun di 2015.
 
Direktur Utama Wika Beton Wilfred mengungkapkan, pencapaian kontrak baru di tahun ini melebihi dari target yang diinginkan. Sebagaimana diketahui di awal 2016, manajemen WTON membidik kontrak baru sebesar Rp4 triliun.
 
"Ini seiring dengan percepatan pembangunan dan meningkatnya investasi bidang infrastruktur baik yang dimiliki pemerintah maupun pihak swasta," kata Wilfred dalam keterangan persnya, Rabu (11/1/2017).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontrak baru yang diraih, diakui Wilfred, sebagian besar diperoleh dari induk usaha Wijaya Karya yang mencapai 42,41 persen. Kemudian dari swasta berhasil didapatkan sebanyak 39,9 persen, BUMN sebanyak 14,13 persen, sedangkan sisanya dari pemerintah 3,49 persen.
 
Kontrak baru yang didapatkan dari beberapa proyek, Wilfred menguraikan, terdiri dari ‎proyek Jalan tol Balikpapan-Samarinda, Flyover Semanggi-Jakarta, LRT Kelapa Gading-Velodorome Rawamangun, perlindungan pengaman pantai Jakarta, Bogor Outer Ringroad seksi 2.
 
Setelah itu, ada jalan layang non tol Tendean Ciledug paket Kebayoran Lama-Seskoal, proyek MRT Jakarta seluruh produk pracetak lining bawah tanah dan flyover, Automated Person Mover System (APMS) Bandara Soekarno Hatta, Jalan Layang Kereta Api Medan-Bandar Halifah, dan terakhir ada Power Plant di Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.
 
Sebelumnya, induk usaha WTON yaitu Wijaya Karya mengaku optimis meraih total kontrak keseluruhan di 2016 sebesar Rp82,3 triliun, atau naik hampir Rp1 triliun bila dibandingkan dengan target awal kontrak yang dihadapi sebesar Rp81,5 triliun di tahun ini.
 
Sebagaimana diketahui, WIKA membidik kontrak yang dihadapi sebesar Rp81,5 triliun di 2016. Jumlah kontrak tersebut, terdiri dari kontrak baru sebesar Rp52,8 triliun dan carry over 2015 sebesar Rp28,67 triliun.
 
"Perseroan 2016 ini optimistis akan mencapai kontrak Rp82,3 triliun, atau naik Rp1 triliun bila dibandingkan target kontrak awal," kata Corporate Secretary Wijaya Karya Suradi belum lama ini.
 
Menurut Suradi, peningkatan nilai kontrak yang dihadapi perseroan pada 2016 didasari adanya peningkatan total kontrak baru per Desember menjadi Rp53,6 triliun, atau mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan realisasi perolehan kontrak baru pada periode yang sama di 2015 sebesar Rp25,22 triliun.
 
"Raihan ini tentu saja semakin menjaga keyakinan perseroan untuk meraih laba bersih sebesar Rp940 miliar di 2016," tutur Suradi.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif