Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Indeks Acuan Saham Indonesia Diyakini Merekah

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 12 Juli 2019 09:17
Jakarta: Mayoritas bursa global pada pekan ini masih dipengaruhi oleh ekspektasi pemotongan suku bunga the Fed pada akhir Juli nanti. Dow Jones menguat 0,85 persen ke level 27.088,08, mencapai puncak tertinggi baru. Sedangkan S&P500 menguat 0,23 persen, dan Nasdaq cenderung melemah 0,08 persen.
 
Di sisi lain, imbal hasil surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun meningkat tajam ke level 2,13 persen setelah data CPI inti meningkat 0,3 persen secara bulan ke bulan (MoM) dan 2,1 persen secara tahun ke tahun (YoY), melebihi konsensus pasar sebesar 0,2 persen MoM dan 2.0 YoY.
 
"Harga minyak WTI kembali meningkat ke level di atas USD60 per barel. IHSG diperkirakan menguat dengan penggerak utama masih terpaut pada sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga yaitu properti dan perbankan," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di bursa Asia, KOSPI menguat 0,23 persen, sementara bursa Jepang melemah. Blackrock dan DBS Group Holdings menurunkan peringkat bursa saham Jepang menjadi underweight dan menyoroti lemahnya ekspor akibat penguatan mata uang yen, dan risiko ekonomi Jepang terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok serta terbatasnya kebijakan moneter yang dimiliki BoJ.
 
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 227,88 poin atau 0,85 persen menjadi 27.088,08 poin. Indeks S&P 500 bertambah 6,84 poin atau 0,23 persen menjadi 2.999,91 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 6,49 poin atau 0,08 persen menjadi 8.196,04 poin.
 
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran AS pekan lalu turun ke tingkat terendah selama tiga bulan terakhir, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat. Departemen Tenaga Kerja mengatakan dalam pekan yang berakhir 6 Juli, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran tercatat 209 ribu atau turun 13 ribu dari tingkat direvisi minggu sebelumnya.
 
"Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat naik 0,1 persen pada Juni, kenaikan yang sama dengan Mei," kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
 
Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item meningkat 1,6 persen sebelum penyesuaian musiman. Peningkatan dalam indeks untuk tempat tinggal, pakaian, serta mobil dan truk bekas lebih dari mengimbangi penurunan indeks energi untuk bulan ini.
 
Selama hari kedua kesaksiannya pada Kamis waktu setempat, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan selalu melakukan apa yang benar untuk ekonomi AS dan menyerukan Kongres untuk menaikkan batas utang pada waktu yang tepat.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif