Tren Positif, IHSG Sepekan Menguat 3,33%
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir kembali dalam tren positif setelah menguat 3,33 persen ke posisi 5.975,74 poin dibandingkan dengan posisi 5.783,31 poin pada akhir pekan sebelumnya. Kondisi itu membuat nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ikut naik 3,39 persen menjadi Rp6.685,13 triliun.

Mengutip Keterangan tertulis BEI, Sabtu, 26 Mei 2018, rata-rata frekuensi transaksi harian saham di BEI selama sepekan terakhir naik 2,8 persen yakni menjadi 408,38 ribu kali transaksi dari 397,24 ribu kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian saham di BEI berubah 6,01 persen menjadi Rp8,29 triliun dari Rp8,82 triliun sepekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian di BEI pada pekan ini juga berubah 0,25 persen menjadi 8,99 miliar unit saham dari 9,01 miliar unit saham. Investor asing mulai melakukan aksi beli bersih sebesar Rp867 miliar di sepanjang pekan ini walaupun secara tahunan investor asing masih tercatat mengakumulasi jual bersih senilai Rp40,16 triliun.  

Sebanyak empat obligasi korporasi dicatatkan di BEI di sepanjang pekan ini. Tiga obligasi dicatatkan di hari yang sama, Senin 21 Mei yakni Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap II Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dengan nilai emisi Rp700 miliar.



Selain itu, Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2018 dengan bunga tetap yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan nilai emisi Rp1,16 triliun, dan Obligasi Berkelanjutan III Indomobil Finance dengan bunga tetap Tahap III Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Indomobil Finance Indonesia dengan nilai emisi Rp1 triliun.  

Satu obligasi lain yang dicatatkan adalah Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap II Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Bank UOB Indonesia yang mulai dicatatkan di BEI, Kamis 24 Mei dengan nilai emisi Rp1 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2018 adalah 32 emisi dari 27 emiten senilai Rp49,04 triliun.

Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 357 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp406,16 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 113 Emiten. Sebanyak 89 seri Surat Berharga Negara (SBN) telah tercatat di BEI dengan nilai Rp2.174,35 triliun dan USD200 juta, dan 10 emisi efek beragun aset senilai Rp9,56 triliun.

Selain pencatatan obligasi, pekan ini juga diramaikan dengan pencatatan perdana saham dari duaperusahaan yakni PT Guna Timur Raya Tbk dan PT Sarimelati Kencana Tbk. Saham dari kedua perusahaan dengan kode emiten TRUK dan PZZA itu dicatatkan di hari yang sama, Rabu 23 Mei dan menjadi perusahan yang ke-15 dan ke-16 yang mencatatkan saham di BEI di 2018.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id