Akhir Pekan, Gerak Rupiah Diperkirakan Stabil
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di level 93-94 terhadap beberapa mata uang utama dunia lain. Penguatan itu didorong oleh kembali naiknya imbal hasil treasury AS sebanyak dua bps ke level 3,12 persen seiring kuatnya data tenaga kerja di AS.

"Rata-rata data bergerak initial jobless claim di AS selama empat minggu berturut-turut turun sebesar 2.750 menjadi 213.250 pada minggu lalu," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.

Ahmad Mikail menambahkan ada dorongan ekspektasi di pasar bahwa unemployment rate di AS akan stabil di kisaran 3,9 persen di Mei. Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak stabil setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps kemarin seperti yang sudah diprediksi para investor.

"Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp14.050 sampai dengan Rp14.100 per USD," ungkap Ahmad Mikail.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Senin kemarin masing-masing naik tajam sebesar dua dan empat bps ke level 3,12 persen dan 3,25 persen seiring menguatnya data tenaga kerja di AS kemarin malam.

"Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak stabil seiring stabilnya rupiah akibat naiknya tingkat suku bunga acuan. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 7,1-7,2 persen," tukasnya.

Di sisi lain, ndeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 54,95 poin atau 0,22 persen, menjadi ditutup di 24.713,98 poin. Indeks S&P 500 berkurang 2,33 poin atau 0,09 persen, menjadi berakhir di 2.720,13 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 15,82 poin atau 0,21 persen, menjadi 7.382,47 poin.

 



(ABD)