NEWSTICKER
ilustrasi. ANT/Puspa Perwitasari.
ilustrasi. ANT/Puspa Perwitasari.

Bursa Harapkan Dapen dan Asuransi Masuk ke Saham

Ekonomi saham
Dian Ihsan Siregar • 21 Juni 2017 19:54
medcom.id, Jakarta: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengharapkan lembaga dana pensiun (Dapen) dan perusahaan asuransi bisa mengerek portofolio investasinya ke instrumen saham. Hal itu disebabkan imbal hasil di instrumen tersebut meraih keuntungan lebih dari 10 persen.
 
‎"‎Kalau ngejar 10 persen, dana pensiun dan asuransi menaruh ke deposito yang bunganya 5 persen sampai 6 persen maka tidak kekejar," kata Tito, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 21 Juni 2017.
 
Lembaga dana pensiun pada saat ini, Tito mengaku, hanya menempatkan investasinya di saham di kisaran 14-16 persen. Adapun perusahaan asuransi sudah lebih besar yang mencapai 20 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"‎Jadi kalau mau imbal hasil 10 persen maka harus 30 persen ke saham (menaruh investasi ke saham)," sebut Tito.
 
‎Lanjut Tito, dengan adanya peringkat investment grade dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P),‎ maka aliran dana asing masih akan terus masuk ke pasar modal. Keadaan itu, membuat bursa lebih 'hijau' di mata pelaku pasar (investor).
 
"Tren bunga bank juga akan terus menurun seiring meningkatnya investasi ke Tanah Air, dan cadangan devisa makin meningkat. Itu karena peringkat dari S & P," jelas Tito.‎
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif