Penggalangan Dana di Pasar Modal Diprediksi tak Tembus Rp200 Triliun

Husen Miftahudin 08 Oktober 2018 14:18 WIB
pasar modal
Penggalangan Dana di Pasar Modal Diprediksi tak Tembus Rp200 Triliun
llustrasi (MI/Ramdani).
Jakarta: Potensi penggalangan dana atau fundraising di pasar modal pada tahun ini bakal menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Fundraising di pasar modal pada 2018 ini diprediksi tak tembus Rp200 triliun.

"So far yang sudah ke kita (dana masuk) mungkin tidak akan sebesar tahun lalu, atau di bawah Rp 200 triliun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

Pada 2017, realisasi fundraising di pasar modal lebih dari Rp257,02 triliun atau naik sekitar 39 persen dari realisasi sepanjang tahun sebelumnya sebanyak Rp185,01 triliun. Sepanjang 2018 ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan dana yang terkumpul dalam fundraising sebesar Rp253 triliun.

Dana-dana tersebut bakal dihimpun melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham, penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue), penerbitan waran, serta emisi obligasi korporasi dan sukuk korporasi.

Menurut Hoesen penggalangan dana di pasar modal pada tahun ini sepi aksi korporasi, baik melalui penawaran umum saham maupun obligasi. Kondisi perekonomian yang tak menentu dan nilai tukar rupiah yang terus terombang-ambing jadi penyebab paceklik aksi korporasi di pasar modal tahun ini.

"Memang fundraising-nya turun jumlahnya dibanding tahun lalu. Mungkin karena tahun 2017 tuh besar banget, jadi mungkin beberapa perusahaan sudah ngambil yang sebelumnya," pungkas Hoesen.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id