Rupiah Belum Mampu Melawan Keperkasaan USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diramal bergerak menguat ke level 96,1-65,3 terhadap sejumlah mata uang kuat utama dunia lainnya. Pelemahan USD didorong oleh melemahnya data ekonomi Uni Eropa. Tercatat Purchasing Manager Index (PMI) Eropa melemah menjadi 52,7 di Oktober dibandingkan dengan posisi September sebesar 54,1.

Selain itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menjelaskan, koreksi di bursa saham Amerika Serikat (AS) yang cukup dalam akibat kekhawatiran investor terkait kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang kemungkinan berlanjut hingga 2020. Keputusan kenaikan suku bunga tidak ditampik memberikan efek tersendiri.

"Serta perang dagang AS-Tiongkok diperkirakan mendorong investor memindahkan investasinya dari saham ke surat utang Pemerintah AS dan hard currency," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Sementara itu, S&P 500 tercatat terkoreksi sebesar 3,09 persen dan imbal hasil surat utang Pemerintah AS tercatat turun tajam sebanyak enam bps ke level 3,10 persen. Adapun penguatan indeks USD tersebut kemungkinan akan mendorong pelemahan rupiah hari ini.

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp15.150 hingga Rp15.200 per USD," tuturnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 608,01 poin atau 2,41 persen menjadi 24.583,42. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 84,59 poin atau 3,09 persen menjadi 2.656,10. Indeks Nasdaq Composite turun 329,14 poin atau 4,43 persen menjadi 7.108,40.

Baik Dow Jones dan S&P 500 telah menghapus keuntungan mereka tahun ini, sementara Nasdaq berada di wilayah koreksi. AT&T melaporkan laba yang disesuaikan per saham sebesar 90 sen dan ekspektasi pasar hilang. Saham perusahaan jatuh lebih dari delapan persen pada penutupan.

United Parcel Service mendaftarkan laba yang disesuaikan per saham sebesar USD1,82, sesuai dengan ekspektasi analis. Pendapatannya mencapai USD17,44 miliar, nyaris kehilangan ekspektasi. Saham perusahaan turun 5,52 persen setelah mengatakan kebijakan perdagangan AS membebani laba operasi.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id