Penjualan Emas Antam Melonjak 221% di Kuartal III

Annisa ayu artanti 06 November 2018 15:43 WIB
antam
Penjualan Emas Antam Melonjak 221% di Kuartal III
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kinerja produksi dan penjualan komoditas utama pada sembilan bulan pertama 2018 lebih positif dibandingkan periode yang sama di 2017.

Dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 6 November 2018, produksi feronikel Antam pada sembilan bulan 2018 sebesar 19.264 TNi, naik 21 persen dibandingkan capaian produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 15.813 TNi. Sementara sepanjang sembilan bulan di 2018 Antam membukukan penjualan feronikel sebesar 19.149 TNi atau naik 49 persen dibandingkan periode tahun lalu 12.816 TNi.

Kenaikan volume produksi dan penjualan feronikel itu, dijelaskan perusahaan, sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel Antam di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27 ribu TNi per tahun.

Untuk komoditas emas, perusahaan tambang pelat merah ini juga mencatat volume produksi meningkat. Pada sembilan bulan pertama di 2018 hasil produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung tercatat sebesar 1.478 kg atau naik 0,3 persen dibandingkan periode sebelumnya 1.473 kg.

Penjualan emas Antam juga tercatat meningkat yaitu 22.338 kg atau tumbuh sebesar 221 persen dibandingkan tahun lalu 6.966 kg.

Peningkatan penjualan emas itu didukung karena inovasi yang dilakukan oleh perseroan seperti meluncurkan desain dan kemasan terbaru pada produk Antam-Logam Mulia yang dilakukan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Lalu, peningkatan jangkauan distribusi penjualan emas dalam negeri melalui sinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero).

Kemudian untuk produksi dan penjualan bijih nikel yang digunakan dalam produksi feronikel serta penjualan domestik dan ekspor, Antam mencatat produksi sebesar 6,49 juta wmt yang terdiri dari 3,16 juta wmt bijih nikel kadar tinggi dan 3,33 juta wmt bijih kadar rendah. Total produksi bijih nikel ini naik 84 persen jika dibandingkan dengan produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 3,51 juta wmt.

Sementara untuk penjualan bijih nikel, Antam mencatat naik 99 persen dibandingkan dengan volume penjualan periode sebelumnya 2,06 juta wmt.

Lebih lanjut, untuk komoditas bauksit, Antam mencatat peningkatan produksi akibat dari perolehan rekomendasi ekspor mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 840 ribu wmt.

Antam mencatat volume produksi bauksit pada sembilan bulan pertama di 2018 sebesar 788 ribu wmt atau naik 73 persen dibandingkan periode sebelumnya 454 ribu wmt. Total volume penjualan bauksit tercatat 693 ribu wmt atau naik sebesar 39 persen dibandingkan dengan penjualan periode sebelumnya 498 ribu wmt.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id