Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin).
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin).

Restrukturisasi Utang, KRAS Susun Dua Strategi

Ekonomi krakatau steel
Nia Deviyana • 26 April 2019 17:10
Jakarta: PT Krakatau Steel (KRAS) akan melakukan divestasi sebesar USD1 miliar terhadap anak usaha sebagai upaya merestrukturisasi utang.
 
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan opsi divestasi saham anak perusahaan akan dilakukan mulai tahun ini dalam tempo tiga tahun.
 
"Kenapa tiga tahun? Kami mau mengoptimalisasi anak usaha supaya nilainya meningkat," ujar Silmy usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Graha CIMB Niaga, SCBD, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Silmy belum bisa memberi tahu anak perusahaan mana yang akan dilepas perseroan. Nantinya, divestasi akan dilakukan melalui penjualan saham secara langsung, penerbitan dana infrastruktur (DINFRA), atau dengan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dengan opsi pembelian kembali (buyback).
 
Selain itu, KRAS juga bakal menerbitkanobligasi konvertibel kepada kreditur yang nilainya kurang lebih USD1 miliar. Lewat skema ini, perusahaan memiliki hak opsi konversi dengan saham perseroan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
 
"Jangka waktu obligasi konvertibel ada yang lima tahun, bisa diperpanjang 10 tahun sehingga tidak memberatkan beban kinerja perseroan," tambahnya.
 
Rencana restrukturisasi, lanjut Silmy, sudah diketahui oleh pihak kreditur dan disambut dengan baik dengan syarat harus ada pembahasan yang matang.
 
Setelah kinerja perusahaan membaik, pemegang saham menyetujui penerbitan saham baru yang hasil penjualannya akan digunakan untuk pembelian kembali anak usaha yang didivestasikan.
 
"Jadi (upaya restrukturisasi) memang harus dipahami dalam rangka untuk menyelamatkan dengan cara yang tadi kami sampaikan dalam RUPST," terangnya.
 
Silmy mengungkapkan masalah keuangan yang sedang dialami perseroan sudah terjadi selama tujuh tahun terakhir. Di samping itu, perseroan masih menanggung utang berjalan sebesar USD600 juta di luar utang yang akan direstrukturisasi.
 
KRAS tercatat masih mengalami rugi bersih sebesar USD74,82 juta pada 2018. Kendati demikian, angka tersebut berhasil menurun sekitar 8,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD81,74 juta.
 
Perbaikan kinerja disokong kenaikan harga jual produk baja di mana rata-rata harga jual produk HRC meningkat 10,03 persen menjadi USD657 per ton. Demikian dengan harga jual produk CRC yang turut mengalami peningkatan sebesar 6,72 persen menjadi USD717 per ton, serta wire rod yang meningkat 15,03 persen menjadi USD635 per ton.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif