IHSG Diprediksi Lanjutkan Pola Penyusutan

Dian Ihsan Siregar 14 Maret 2018 09:20 WIB
ihsg
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pola Penyusutan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta: Gerak Indeks Harga ‎Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi melanjutkan pola penyusutan. Hal itu merujuk kejadian pada perdagangan kemarin yang berbalik arah pada penurunan ke posisi 6.412.

Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menyatakan aksi jual yang terjadi di pasar modal pada perdagangan di hari kemarin karena adanya kepanikan pelaku pasar. Hingga akhirnya membuat IHSG berbalik melemah.

"Sepertinya psikologi pasar cenderung negatif menanggapi sentimen yang ada sehingga indeks cenderung melemah di hari ini, kecuali pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan untuk lakukan pembelian," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Sama halnya dengan Reza, ‎Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya‎ memprediksi indeks akan mengalami koreksi minor. Namun demikian, kondisi tersebut bisa berbalik arah untuk naik jika pelaku pasar bisa mengakumulasi pembelian.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

"Peluang koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat dalam jangka menengah-panjang IHSG berada di jalur uptrend," kata William.

Dengan menguji posisi support yang masih kuat dipertahankan, William mengaku, indeks bakal melanjutkan kenaikan dan mencetak rekor tertinggi yang baru. "Indeks memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.389, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.578," tutur William.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

‎Kemudian, cermati pula gerak saham, PT Astra International Tbk (ASII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id