BEI Sempurnakan Mekanisme Perhitungan IHSG
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah mekanisme perdagangan pada sesi prapenutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebagai upaya menghindari pembentukan harga di luar kewajaran (marking the close).

"Perubahan ini akan menjadi program kerja BEI pada 2019," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono W Widodo di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Ia menilai saat ini pelaku pasar sudah bisa membaca pola algoritma dalam pembentukan harga saat prapenutupan sehingga BEI akan mengubah mekanismenya untuk menghindari aktivitas gaming the system.

Ia mengemukakan BEI telah memiliki beberapa metode perdagangan pada sesi prapenutupan agar berjalan secara transparan, efisien, dan wajar. Di antaranya dengan menerapkan metode pembukaan informasi setiap transaksi saham yang memiliki volume tinggi dan penutupan perdagangan secara acak pada sesi prapenutupan itu.

"Dengan membuka informasi transaksi, setiap pelaku pasar dapat mengambil langkah sesuai dengan strategi mereka," katanya.

Menurut dia, skema itu diyakini dapat menutup ruang bagi pelaku pasar yang ingin membentuk harga saham semu atau tidak sesuai dengan fundamen emiten.

Terkait dengan transaksi harian pada 2019, BEI menargetkan rata-rata nilainya mencapai Rp9 triliun menyusul implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi yang semula tiga hari (T+3) menjadi T+2.

"Target itu didasari implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi pada 26 November 2018," katar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi.

Ia menambahkan, target nilai transaksi itu juga didasarkan pada asumsi stabilitas ekonomi Indonesia di atas lima persen, serta proyeksi peningkatan jumlah partisipasi dan aktivitas transaksi investor pada 2019.

"Peningkatan jumlah emiten di BEI juga akan turut mendorong target BEI. Penambahan jumlah efek diharapkan mendorong minat investasi masyarakat," katanya.

BEI menargetkan 35 perusahaan dapat mencatatkan saham baru (initial public offering/IPO) serta 60 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus). BEI juga menargetkan pendapatan pencatatan obligasi menjadi 100 emisi obligasi korporasi baru di tahun depan. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id