Illustrasi. Dok : MI/Yuniar.
Illustrasi. Dok : MI/Yuniar.

Garuda Bisa Caplok Sriwijaya Tahun Ini

Ekonomi garuda indonesia sriwijaya air
Suci Sedya Utami • 18 April 2019 21:10
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis Garuda Indonesia bisa mengambil alih Sriwijaya Group pada tahun ini.
 
Deputi bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh anak usahanya tersebut.
 
"Saya yakin bisa tahun ini," kata Gatot, di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gatot mengatakan selama Sriwijaya bisa sustain tahun ini dan ke depannya maka tidak masalah bagi Garuda untuk mengambil alih maskapai yang didirikan oleh keluarga Lie ini. Dia bilang akuisisi saham minimal 51 persen milik Sriwijaya untuk memberkuat neraca keseimbangan (balanced) perusahan BUMN itu.
 
Terkait dengan keuangan yang digunakan untuk mengakuisisi, ia bilang salah satunya bisa dengan mengkonversi utang ke ekuitas. Saat ini progresnya memang masih dalam tahap valuasi nilai.
 
Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan pihak Sriwijaya Air saat ini memiliki kewajiban membayar utang kepada Garuda Maintenance Facilty (GMF) AeroAsia. Nilai utang tersebut tengah dikaji untuk bisa dikonversikan menjadi saham.
 
"Kita menunggu dari advicer konsultan apakah utangnya ke GMF bisa dikonversi dalam bentuk saham," kata Ari.
 
Kewajiban Sriwijaya Air dalam membayar utang khususnya kepada perusahaan BUMN tergolong besar. Ari menyebut Sriwijaya memiliki utang USD58 juta atau setara Rp840,73 miliar (kurs Rp14.494 per USD) kepada GMF.
 
Selain itu, Sriwijaya juga terlilit utang dengan PT Pertamina (Persero) sebesar USD60 juta atau setara Rp869,68 miliar serta dengan pihak BNI sekitar Rp500 miliar.
 
"Kita juga akan konsul dengan kementerian BUMN untuk pengambilalihan saham ini karena ini semua harus minta izin dari Kementerian BUMN. Mudah-mudahan besar kemungkinan ambil sahamnya, kita selalu positif," ucap Ari.
 
Dirinya menambahkan jalinan kerja sama Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air beberapa waktu silam membuahkan hasil positif. Kesepakatan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) ini tercatat meningkatkan performa kinerja keuangan selama November 2018.
 
"Memang kita butuh aliansi dan kita melihat Sriwijaya standar safety sudah cukup baik mendekati Garuda, tapi kita ingin samakan dengan Garuda," pungkas dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif