Usul Perubahan 1 Lot Saham Masih Wacana

Annisa ayu artanti 18 November 2018 19:39 WIB
bursa saham
Usul Perubahan 1 Lot Saham Masih Wacana
Illustasi. MI/Panca.
Solo: Usul perubahan satu lot saham saat ini masih sekadar wacana. Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mengakui hingga kini usulan perubahan satu lot saham masih dalam pembahasan.

"Mengenai satuan lot. Itu masih kajian," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, di Solo, Minggu, 18 November 2018.

Bahkan, Inarno memastikan, rencana kebijakan baru tersebut tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Wacana tersebut masih dipikirkan oleh pihak bursa. "Belum dalam waktu dekat," ucap dia.

Ia menjelaskan, wacana ini tercetuskan supaya industri pasar modal tidak kaku dan bisa dijangkau oleh semua kalangan. Artinya, dengan revisi jumlah satu lot saham yang tadinya 100 lembar menjadi 20 lembar pemodal kecil bisa bergabung di industri tersebut.

"Kita berpikiran ke arah sana untuk mengakomodir investor atau pemodal kecil bisa ikut menikmati di pasar modal," tutup dia.

Seperti diketahui, pertengahan tahun lalu BEI sudah berencana akan merampingkan satuan perdagangan tersebut untuk meningkatkan transakasi dan likuiditas saham. Rencananya, dari 100 saham per lot menjadi sekitar 50 sampai 20 saham per lot.

Saat itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, melalui pemangkasan satuan tersebut bisa mendapatkan likuiditas market yang lebih baik. "Kami juga akan mengkaji kembali besaran satu lot," kata Inarno.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono Widodo mengatakan awal kali terjun di dunia saham 1 lot terdiri dari 500 saham kemudian dirampingkan menjadi 100 saham.

Perampingan satuan ini akan membuat harga lebih murah sehingga investor dengan modal kecil juga bisa membeli saham. Intinya, membuat perdagangan saham lebih likuid. "Supaya harga lebih murah, kami akan mengubah ukuran lot sekitar 50 sampai 20 saham. Sekarangkan 100 saham per lot," jelas Laksono.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id