Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Rupiah Berpotensi Terlibas Seiring Koreksi Mata Uang Regional

Ekonomi kurs rupiah
23 April 2019 11:32
Jakarta: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa ini berpotensi melemah seiring koreksi turun mata uang regional. Hingga pukul 09.30 WIB, rupiah masih stagnan di level Rp14.078 per USD atau sama dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya.
 
"Pagi ini mata uang kuat Asia, yen Jepang, dolar Hong Kong, dan dolar Singapura, dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Lana memprediksi rupiah hari ini bergerak melanjutkan pelemahan menuju kisaran antara Rp14.080 per USD hingga Rp14.100 per USD. Dari eksternal, data sektor perumahan AS mulai melambat, terlihat dari izin mendirikan bangunan di AS turun 1,7 persen secara bulan ke bulan atau di bawah ekspektasi pasar naik 0,3 persen, yang terendah sejak Oktober 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data lain yang juga mendukung perlambatan sektor properti adalah penjualan rumah seken untuk Maret 2019 turun 4,9 persen secara bulan ke bulan. "Sektor perumahan biasanya menjadi salah satu indikator awal melambatnya ekonomi. Namun, belum memberikan konfirmasi mengenai perlambatan berlanjut," ujar Lana.
 
Perlambatan ekonomi AS akan membuat bank sentral AS akan cenderung melakukan kebijakan moneter yang lebih longgar dengan tidak menaikkan suku bunga acuan, atau bahkan menurunkan suku bunga acuannya.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat sedikit melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan volume transaksi tipis karena para pedagang masih menahan diri pascalibur Paskah.
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun tipis 0,08 persen menajadi 97,2989 pada akhir perdagangan. Di akhir perdagangan New York, euro naik jadi USD1,1258 dari USD1,1245 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun jadi USD1,2980 dari USD1,2994 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,7131 dibandingkan dengan USD0,7148. Dolar AS dibeli 111,93 yen Jepang, sama dengan 111,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0160 franc Swiss dibandingkan dengan 1,0143 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3344 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3386 dolar Kanada.
 
Dolar Kanada mendapat dorongan dari reli harga minyak pada Senin 22 April. Kanada adalah pengekspor minyak mentah yang signifikan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik USD1,70 menjadi USD65,70 per barel.
 
Pasar keuangan di Australia dan banyak negara besar di Eropa ditutup karena libur Paskah. Pasar mata uang berlanjut dalam perdagangan yang relatif ringan. Sementara itu, lonjakan harga minyak di tengah berita bahwa Washington akan mengakhiri keringanan sanksi-sanksi bagi importir utama minyak Iran, telah mendorong dolar Kanada dan rubel Rusia.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif