Menkop UKM Apresiasi Asuransi JMA Syariah Listing di Bursa

Dian Ihsan Siregar 18 Desember 2017 14:45 WIB
ipoumkm
Menkop UKM Apresiasi Asuransi JMA Syariah <i>Listing</i> di Bursa
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. ANT/Destyan Sujarwoko.
Jakarta: PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) resmi merealisasikan listing (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas saham sebanyak-banyaknya 400 juta saham di harga Rp140 per saham.

Asuransi JMA Syariah ‎merupakan perusahaan asuransi jiwa syariah yang didirikan oleh Kospin Jasa dan insan-insan pelaku ekonomi koperasi Indonesia. JMAS telah menerima izin beroperasi dari OJK per September 2015.

‎Hadirnya Asuransi JMA Syariah sangat direspons positif oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Dia bangga dengan Kospin Jasa yang telah mengantarkan Asuransi JMA Syariah melantai (IPO) di pasar modal. Karena, mimpi itu menjadi kenyataan.

"Ini adalah impian saya sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Bagaimana koperasi itu anak usahanya bisa masuk BEI. Hari ini sudah terjawah oleh Kospin Jasa. Jasa apresiasi mimpi saya sudah terwujud," kata Menkop UKM di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Pada saat listing perdana, saham JMAS langsung melesat jauh naik 70 persen atau Rp98 per saham ke posisi Rp238 per saham, dari posisi penawaran Rp140 per saham.

"Itu artinya bukti kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Artinya, masih luar biasa," ujar Puspayoga.

Ke depan, dirinya akan mendorong koperasi lainnya untuk membawa anak usahanya IPO di bursa. Sebab, koperasi berbeda dengan perusahaan tidak bisa tampil di lantai bursa. Tetapi anak usahanya bisa dibawa untuk IPO.

"Kalau sudah terbuka, itu kan milik masyarakat‎, siapa pun boleh beli saham. Beda dengan PT, pengambilan keputusan adalah pemegang saham terbesar, kalau koperasi tadi anggota demokrasi ekonomi disana, koperasi tidak mungkin masuk, tapi anak usahanya," tegas politisi dari PDI Perjuangan ini.

Asuransi JMA Syariah bakal meraup dana segar Rp56 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Dana segar dari hasil IPO setalah dikurangi biaya emisi, perseroan akan gunakan keseluruhannya untuk biaya emisi.




(SAW)