IHSG Bangkit ke Level 5.900, Rupiah Terkerek
IHSG. Dok:MI.
Jakarta: Setelah sempat anjlok ke level 5.700-an beberapa hari lalu, gerak indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melambung dengan mencapai level 5.900-an pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG kembali naik di tengah langkah Bank indonesia yang menaikkan suku bunga.

IHSG pada penutupan perdagangan Kamis, 15 November 2018 menguat 97,45 poin atau berada pada level 5.995,74. Volume perdagangan mencapai 6,2 miliar lembar saham dengan nilai sebesar Rp6,4 triliun. Sebanyak 238 saham naik dan 164 saham turun. Konsumer dan manufaktur jadi jawara pada penutupan perdagangan hari ini.

Samuel Sekurtias memperkirakan pergerakan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) akan memengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu IHSG juga akan didorong dari pergerakan IHSG yang ditutup pada zona hijau (+0,40 persen) pada level 5.858,3 di tengah pelemahan mayoritas bursa global pada kemarin.

"Untuk hari ini, kami memprediksi IHSG masih berpotensi menguat, namun terbatas mengingat negatifnya sentimen global," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Rupiah Menguat

Sementara mata uang rupiah ditutup menguat 121,5 poin dengan berada pada Rp14.665 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah berada pada level Rp14.660 per USD. Kemudian Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.764 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menjelaskan bahwa data inflasi Amerika Serikat di Oktober tercatat 2,5 persen (yoy) sesuai dengan konsensus yang menandakan semakin kuatnya kemungkinan the Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan di Desember. Rupiah diperkirakan diuntungkan dari pelemahan indeks USD tersebut dan menguat hari ini.

"Rupiah diperkirakan bergerak menguat ke level Rp14.700 sampai dengan Rp14.790 per USD," ungkap Ahmad Mikail.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id