Rupiah Terdongkrak Situasi Dagang yang Membaik
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengungkapkan berbagai pasar finansial merasa lega karena Amerika Serikat (AS) mengajukan negosiasi dagang baru dengan Tiongkok.

"Berita ini berdekatan dengan sorotan bahwa AS dan Kanada semakin mendekati kesepakatan dagang, yang membuat dolar melemah terhadap mata uang lainnya," jelas dia dalam hasil risetnya, Jumat, 14 September 2018.

Dia menambahkan ketegangan dagang sejak lama terlihat sebagai faktor pendorong apresiasi dolar, dan indikasi bahwa pemerintahan Trump sudah tidak terlalu agresif memicu ketegangan dagang dianggap negatif untuk dolar.

Sementara itu yuan Tiongkok menguat karena berita bahwa Washington berkomunikasi dengan Beijing untuk melanjutkan negosiasi dagang, dan berbagai mata uang pasar berkembang Asia juga menguat karena peningkatan selera risiko.

"Ini bukan pertama kalinya kita melihat optimisme karena negosiasi Washington dan Beijing, yang kemudian justru meningkatkan ketegangan dagang, namun investor sepertinya ingin tetap optimistis bahwa kesepakatan mengenai masalah yang telah berlarut-larut ini dapat segera tercapai," tuturnya.

Dia mengatakan wacana ini secara umum adalah langkah positif karena kedua belah pihak bersedia untuk mengurangi ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Adapun di Indonesia, rupiah sedikit menguat karena optimisme terhadap membaiknya hubungan AS-Tiongkok dan dolar yang melemah. Walaupun rupiah dapat semakin menguat di jangka pendek, namun peningkatannya tetap terancam oleh berbagai faktor eksternal.

Selain itu Federal Reserve diperkirakan akan meningkatkan suku bunga bulan ini dan gejolak di pasar berkembang membebani sentimen pasar, sehingga rupiah tetap rentan melemah.

Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga empat kali sejak pertengahan Mei sebagai upaya untuk mencegah rupiah semakin melemah. Ada kemungkinan bahwa BI akan bertindak lagi tahun ini, terutama mengingat bahwa AS masih mungkin meningkatkan suku bunga dua kali lagi.

Dia melanjutkan, walaupun kenaikan suku bunga BI dapat membantu rupiah, namun tindakan ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Di bagian dunia lainnya, dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang mayor karena data ekonomi yang mengecewakan mengurangi ekspektasi potensi kenaikan suku bunga AS di Desember.

"Ketegangan dagang tetap menjadi faktor penggerak utama untuk dolar di jangka menengah dan jangka panjang. Indikasi optimisme mengenai perdagangan akan dianggap mendorong peningkatan sentimen risiko, dan dapat membuat investor untuk mengurangi kepemilikan safe haven yaitu dolar," pungkasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id