Melantai Perdana, Harga Saham Asuransi Tugu Pratama Turun 1,3%

Kautsar Widya Prabowo 28 Mei 2018 10:33 WIB
emitenbeipasar modalipo
Melantai Perdana, Harga Saham Asuransi Tugu Pratama Turun 1,3%
Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia Indra Baruna (ADAM DWI/MI)
Jakarta: PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk secara resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mendapatkan kode saham TUGU. Usai melakukan Initial Public Offering (IPO), harga saham anak usaha PT Pertamina (Persero) ini terekam melemah sebanyak 50 poin atau setara 1,3 persen.

Saat pembukaan perdagangan, harga saham TUGU melemah 1,3 persen dari awalnya Rp3.850 menjadi Rp3.800. Adapun saham Asuransi Tugu Pratama Indonesia ditransaksikan sebanyak 37 kali dengan jumlah volume sebanyak 1.230 lot dan dengan nilai transaksi mencapai sebesar Rp472,85 juta.

Meski melemah, Direktur Utama Asuransi Tugu Pratama Indonesia Indra Baruna menegaskan penurunan saham tersebut bukan hal yang patut dikhawatirkan lantaran kinerja keuangan masih solid sekarang ini. Tidak ditampik, naik atau turun harga saham menjadi sesuatu yang wajar.

"Itu memang mekanisme pasar dan kita tidak khawtir. Asuransi Tugu Pratama Indonesia memiliki pondasi yang baik," ujar Indra Baruna, ketika ditemui di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

Dalam aksi korporasi itu, Asuransi Tugu Pratama Indonesia melepas saham sebanyak 177,78 juta dan menjadi emiten ke-17 yang tercatat di BEI sepanjang 2018. Nantinya, sebanyak 70 persen dana IPO yang didapat akan digunakan untuk pengembangan bisnis termasuk penguatan infrastruktur produk-produk ritel.

Sedangkan sisanya sebanyak 30 persen digunakan untuk peningkatan modal anak usaha yakni PT Tugu Reasuransi Indonesia. "Kami menyakini perolehan dana dari IPO sudah mampu mendukung belanja modal dan pengembangan bisnis jangka tiga hingga lima tahun ke depan," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Pengaturan dan Perdagangan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya berharap Asuransi Tugu Pratama Indonesia dapat menerapkan prinsip Good Coorporate Governance (GCG) dalam rangka berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pasar modal di Indonesia.

"Selamat datang di BEI. Semoga bisa menerapkan good coorporate governance dan senantiasa mengikuti aturan-aturan di pasar modal," pungkasnya.

 



(ABD)