Rupiah Pagi Ambruk ke Rp15.223/USD

Angga Bratadharma 09 Oktober 2018 08:45 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Ambruk ke Rp15.223/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau kian terpental ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp15.217 per USD. USD menghijau karena para investor terus mencerna laporan ketenagakerjaan AS untuk September.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 9 Oktober 2018, perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp15.223 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.223 hingga Rp15.224 per USD dengan year to date return di 12,31 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.006 per USD.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,17 persen menjadi 95,7670 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1488 dari USD1,1528 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3089 dari USD1,3128 di sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia meningkat menjadi USD0,7078 dibandingkan dengan USD0,7055. Kemudian USD dibeli 112,98 yen Jepang, lebih rendah dari 113,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD naik menjadi 0,9926 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9917 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2961 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2953 dolar Kanada.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,73 poin atau 0,15 persen menjadi berakhir di 26.486,78 poin. Sedangkan, indeks S&P 500 turun 1,14 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 2.884,43 poin, serta Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 52,50 poin atau 0,67 persen, menjadi 7.735,95 poin.

Data ekonomi yang kuat dan komentar dari pejabat utama Federal Reserve telah memicu lonjakan suku bunga obligasi pekan lalu. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10-tahun menyentuh 3,24 persen dan mencapai tertinggi baru 7 tahun pada Jumat 5 Oktober.

Tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, dan total lapangan kerja non-pertanian meningkat sebesar 134 ribu pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Kenaikan lapangan pekerjaan terjadi di bidang jasa-jasa profesional dan bisnis, di perawatan kesehatan, serta di bidang transportasi dan pergudangan.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id