Bos Bursa: Indeks Sudah Respons Suku Bunga
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Surakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pasar sudah merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dari 5,75 persen menjadi enam persen. Pada penutupan perdagangan sesi II, posisi IHSG berada di level 6.012,35.

Direktur BEI Inarno Djajadi menjelaskan keputusan BI menaikkan suku bunga itu sudah mempertimbangkan faktor eksternal. Dari pergerakan indeks hari ini, bursa menilai investor juga sudah mengantisipasi kondisi tersebut.

"Indeks juga naik cukup signifikan. Hal ini sudah diantisipasi investor," kata Inarno di Surakarta, Jumat, 16 November 2018.

Sementara itu, untuk prediksi kenaikan suku bunga di 2019, Inarno mengatakan bursa telah menyiapkan beberapa inisiatif seperti pembangunan infrastruktur (e-building) dan internet registration. Inisiatif itu dipercaya bursa akan membuat pasar lebih dalam.

"Beberapa insiatif yang dilakukan kepada emiten seperti e-bulidng, e-registration. Ini supaya pasar lebih dalam. Sehingga kalau ada penurunan indeks ini akan didukung oleh produk yang lebih variatif," jelas dia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan menaikkan suku bunga acuan digunakan sebagai antisipasi suku bunga global yang diperkirakan akan naik di bulan depan.

"Kenaikan suku bunga kebijakan tersebut juga untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan," jelas Perry.

Dengan adanya keputusan kenaikan suku bunga pada Kamis, 15 November 2018 artinya Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 bps selama 2018.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id