Illustrasi. MI/Adam Dwi.
Illustrasi. MI/Adam Dwi.

Masih Ada Harapan IHSG Menguat

Ekonomi ihsg
Fetry Wuryasti • 23 Desember 2018 19:56
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena aksi jual sepanjang pekan lalu, seiring dengan reaksi atas kenaikan suku bunga The Fed dan imbas dari pelemahan rupiah.

Pergerakan IHSG di pekan kemarin melemah 0,1 persen atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat 0,71 persen. Adapun level tertinggi yang diraih mencapai 6.176,09, di bawah sebelumnya di 6.186,05 dan level terendah yang dicapai mencapai 6.014,80 dari sebelumnya 6.069,16.

"Pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan akan berada pada kisaran level support 6.122-6.138 dan resisten 6.174-6.217," ujar analis Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada, di Jakarta, Minggu, 23 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Reza mengatakan masih adanya aksi beli diperkirakan akan mampu membuat laju IHSG bertahan di atas target support sebelumnya, 6.118-6.148. Jelang libur Natal pergerakan IHSG cenderung melemah seiring dengan adanya imbas global dan cenderung minimnya sentimen yang bersifat makro. "Meski demikian, pelaku pasar tidak sepenuhnya keluar pasar dengan adanya alasan libur panjang. Apalagi masih ada sisa tiga hari perdagangan jelang akhir tahun yang kemungkinan akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk bertransaksi," kata Reza.

Dia berharap masih adanya kenaikan di pengujung akhir tahun ini dengan tujuan membuat nilai portofolionya lebih baik. Pergerakan IHSG dimungkinkan masih dapat bergerak naik dengan adanya aksi beli tersebut.

"Meski demikian, tetap mewaspadai terhadap aksi ambl untung lanjutan dan adanya sentimen yang dapat membuat laju IHSG kembali melemah, terutama dari AS terkait ancaman government shutdown dan masih adanya sentimen perang dagang serta perlambatan ekonomi global," pungkas Reza.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi