Rupiah Depak USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp15.191 per USD. Tetapnya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu memperkuat gerak nilai tukar rupiah untuk terus menghijau di sepanjang hari ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 24 Oktober 2018, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp15.187 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.185 hingga Rp15.191 per USD dengan year to date return di 12,07 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.975 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 125,98 poin atau 0,5 persen menjadi ditutup di 25.191,43 poin, S&P 500 kehilangan 15,19 poin atau 0,55 persen menjadi berakhir di 2.740,69 poin, dan Komposit Nasdaq ditutup turun 31,09 poin atau 0,42 persen menjadi 7.437,54 poin.

Saham Caterpillar jatuh 7,6 persen setelah produsen alat berat itu mempertahankan prediksi labanya untuk 2018, menyusul kenaikan proyeksinya dalam dua kuartal sebelumnya. Saham 3M Co tergelincir 4,4 persen setelah memangkas prospek laba setahun penuh karena tantangan-tantangan terkait mata uang asing.



Itu menghidupkan kembali kekhawatiran atas dampak meningkatnya biaya pinjaman, upah dan tarif atas laba perusahaan dan menyebabkan saham industrial S&P turun 1,6 persen. Seiring dengan kekhawatiran atas pertumbuhan laba, kekhawatiran atas pemilu sela atau paruh waktu AS dan anggaran Italia juga telah membuat para investor berebut keluar dari pasar saham.

Indeks energi S&P 500 jatuh 2,7 persen, yang paling banyak dari sektor mana pun, karena harga minyak jatuh setelah Arab Saudi mengatakan bisa memasok lebih banyak minyak mentah dengan cepat jika diperlukan.

Para investor memangkas sebagian besar kerugian dalam perdagangan sore karena beberapa orang berpikir kerugian itu berlebihan. Pembelian teknis pada tingkat dukungan di sekitar 2.700 poin pada S&P 500 juga membantu saham bangkit kembali, kata ahli strategi.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id