Rupiah Pagi Terhempas ke Rp15.210/USD

Angga Bratadharma 25 Oktober 2018 08:47 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Terhempas ke Rp15.210/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terlihat terhempas ke zona merah dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp15.187 per USD. Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan masih belum mampu membalikan pergerakan rupiah ke area positif.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 25 Oktober 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp15.210 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.210 hingga Rp15.215 per USD dengan year to date return di 12,25 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.996 per USD.

Di sisi lain, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1387 dari USD1,1467 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2880 dibandingkan dengan USD1,2985 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7064 dibandingkan dengan USD0,7084.

Sementara itu, USD membeli 112,41 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 112,47 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9972 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9956 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3017 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3087 dolar Kanada.



Kemudian indeks Dow Jones Industrial Average turun 608,01 poin atau 2,41 persen menjadi 24.583,42. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 84,59 poin atau 3,09 persen menjadi 2.656,10. Indeks Nasdaq Composite turun 329,14 poin atau 4,43 persen menjadi 7.108,40.

Baik Dow Jones dan S&P 500 telah menghapus keuntungan mereka tahun ini, sementara Nasdaq berada di wilayah koreksi. AT&T melaporkan laba yang disesuaikan per saham sebesar 90 sen dan ekspektasi pasar hilang. Saham perusahaan jatuh lebih dari delapan persen pada penutupan.

United Parcel Service mendaftarkan laba yang disesuaikan per saham sebesar USD1,82, sesuai dengan ekspektasi analis. Pendapatannya mencapai USD17,44 miliar, nyaris kehilangan ekspektasi. Saham perusahaan turun 5,52 persen setelah mengatakan kebijakan perdagangan AS membebani laba operasi.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id