Rupiah Melemah, BI Perkuat Intervensi Pasar
Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri). ANT/Sigid Kurniawan.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) akan terus ada di pasar karena melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Pada awal perdagangan pagi ini sempat menyentuh level Rp14.373 per USD.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral akan memperkuat langkah stabilitas di pasar valuta asing (valas). Bahkan BI telah melakukan intervensi ganda atau dual intervention di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui intervensi di pasar valas maupun pembelian SBN di pasar sekunder," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.

Dirinya menambahkan, BI juga melakukan lelang SBN demi menarik minat investor asing. Perry berharap masuknya dolar AS akan memperkuat rupiah sehingga tidak terlalu melemah.

"Hari ini juga ada lelang dari SBN. Kita harapkan investasi masuk juga ke SBN dan itu juga menambah supply dari dolar dan menstabilkan rupiah," jelas dia.

Sebelumnya mengutip data Yahoo Finance, mata uang Garuda dibuka ke posisi Rp14.373 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp14.375 per USD. Namun demikian, perlahan gerak rupiah terangkat kembali dan mendarat di level Rp14.428 per USD.  Rupiah menguat hingga mencapai 53 poin atau setara 0,37 persen. Sementara rentang gerak rupiah pada perdagangan pagi tercatat sebesar Rp14.365-Rp14.428 per USD.






(SAW)