Menkominfo Sindir Perusahaan Start-Up yang Belum IPO

Annisa ayu artanti 12 Juli 2018 12:59 WIB
ipostartup
Menkominfo Sindir Perusahaan <i>Start-Up</i> yang Belum IPO
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Widodo S Jusuf)
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyindir perusahaan start-up yang sampai saat ini belum juga mencatatkan sahamnya ke publik.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri listing atau initial public offering (IPO) PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rudiantara mengatakan, seharusnya perusahaan start-up Unicorn atau perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi minimal USD1 miliar atau sekitar Rp13 triliun sudah mencatatkan sahamnya di publik seperti NFC Indonesia.

"Ini adalah perusahaan digital yang kedua yang melantai di BEI. Walaupun mereka belum unicorn, tapi ada keberanian masuk ke bursa di Indonesia," kata Rudiantara, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Ia meminta supaya perusahaan unicorn dapat segera melantai di bursa. Seperti diketahui saat ini ada empat perusahaan rintisan digital itu yang masuk kategori unicorn yaitu Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak.

"Saya berharap unicorn-unicorn masuk ke Bursa Efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size daripada offering-nya," ucap Rudiantara.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id