IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
IHSG. Dok : MI.
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG melemah di tengah adanya sentimen baik dari dalam maupun dari luar negeri.

IHSG pada penutupan perdagangan Rabu, 21 November 2018 tercatat melemah sebanyak 57,25 poin dengan berada pada level 5.948. Volume perdagangan mencapai 6,5 miliar lembar saham dengan nilainya mencapai Rp7 triliun. Sebanyak 146 saham naik dan 292 saham turun. Sementara 109 saham stagnan.

Dari semua sektor pada penutupan perdagangan hari ini, sektor perkebunan anjlok paling dalam diikuti dengan pertambangan. Sektor yang naik adalah properti, aneka industri dan manufaktur.

Fund Manager PT Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati menyebutkan penguatan IHSG cenderung terbatas meskipun ada sentimen pasar baik dari dalam maupun luar negeri. Ia memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang support 5.878-5.968 dan rentang resisten 6.058-6.148.

"Pasar yang terbilang variatif baik dari dalam dan luar negeri memberikan dampak bagi IHSG untuk bergerak bervariasi dengan peluang penguatan terbatas dalam perdagangan saham pekan ini," tutur Suryo.

Ia menjelaskan sentimen luar negeri datang dari pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang mengatakan Amerika Serikat tidak akan gentar menghadapi sengketa dagang dengan Tiongkok, bahkan membuka kemungkinan untuk melipatgandakan tarif bea masuk bagi produk Negara tersebut.

"Pernyataan Pence tersebut semakin meyakinkan pasar keuangan bahwa perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok tidak akan reda dengan mudah, bahkan dengan adanya rencana pertemuan antara Trump dengan Xi Jinping di Konferensi G20," jelas Suryo.

Dikutip dari Bloomberg, 21 November 2018, mata uang rupiah pada penutupan perdagangan hari ini berada pada Rp14.602 per USD atau melemah sebanyak 15 poin atau 0,10 persen. Sementara itu Yahoo Indonesia mencatat mata uang rupiah menguat sebanyak 20 poin dengan berada pada Rp14.565 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.618 per USD.

Pengamat memperkirakan mata uang rupiah diprediksi terus melanjutkan penguatan karena adanya sentimen positif dari dalam negeri yaitu naiknya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang mengeluarkan paket kebijakan ke-16. Nilai tukar rupiah diharapkan mampu untuk tidak terhempas ke zona merah.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan gerak rupiah akan berada di rentang Rp14.580 sampai Rp14.595 per USD. Sementara gerak mata uang Amerika Serikat diperkirakan masih akan melemah.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id