Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Usai Pilpres, Rupiah Diperkirakan Menguat ke Rp13.950/USD

Ekonomi kurs rupiah
18 April 2019 12:01
Jakarta: Pelaku pasar diyakini merespons positif hasil sementara perhitungan cepat Pemilihan Umum Presiden 2019 pada Rabu. Artinya akan memberikan sentimen positif kepada pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari ke depan.
 
Mengutip Antara, Kamis, 18 April 2019, ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan sentimen penguatan terhadap mata uang Garuda sudah terlihat di pasar valas berjangka (NDF) di luar negeri yang menunjukkan tren penurunan pada greenback atau mata uang dolar AS.
 
Dengan demikian, rupiah berpotensi menguat pada perdagangan Kamis di pasar spot valas domestik meskipun volume perdagangan cenderung tipis mengingat masa efektif perdagangan hanya tersisa Kamis, karena Jumat Indonesia kembali libur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengingat sentimen eksternal juga turut mendukung penguatan rupiah di mana pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal I-2019 yang masih sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Nilai tukar rupiah pada pasar domestik diperkirakan menguat hingga ke level Rp13.950-Rp14.100 dalam jangka pendek ini," kata Josua.
 
Adapun berdasarkan hasil hitung cepat lima lembaga survei di Indonesia, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih perolehan suara lebih banyak dibanding pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kelima lembaga survei itu adalah Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indo Barometer, Median, dan Kedai Kopi
 
Meski demikian Prabowo Subianto, calon Presiden berlatar belakang militer, dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, mengklaim memiliki perhitungan akurat yang berbeda dengan hasil kemenangan lembaga survei. Prabowo mengaku memperoleh suara hingga 62 persen berdasarkan perhitungan lembaga internal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno.
 
Kepastian pemenang Pemilu Presiden akan menunggu penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dan akan diumumkan pada 22 Mei 2019. Josua memandang investor, terutama investor global berharap kegiatan ekonomi dan bisnis dapat terus berlanjut meskipun dinamika kondisi politik masih bergejolak.
 
"Investor juga akan mengapresiasi reformasi struktural serta deregulasi kebijakan ekonomi yang akan berdampak positif bagi keberlanjutan perekonomian Indonesia dalam jangka menengah-panjang," pungkas Josua.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif