Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Rupiah Melemah Jelang Tutup Tahun

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 26 Desember 2018 08:32
Jakarta: Menjelang akhir tahun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi melemah yakni bergerak di kisaran Rp14.540 sampai Rp14.556 per USD. Meski demikian, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan guna memperkuat gerak rupiah berbaris di zona hijau.

"Laju rupiah secara tren masih berada di sekitar area middle bollinger band. Namun terlihat mulai menjauhi ke atas atau dengan kata lain rupiah kian melemah," kata Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Reza menjelaskan adanya pelemahan USD sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan rupiah sehingga penurunan tidak dapat dihindari. Ia berharap pelemahan USD yang diprediksi masih terjadi hingga hari ini bisa dimanfaatkan oleh rupiah sehingga pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Pergerakan USD yang masih melemah dalam merespons sentimen internalnya diharapkan dapat menjadi pendorong rupiah untuk tidak melemah lebih dalam," tukas dia. Di sisi lain, ketiga indeks saham utama AS berakhir turun lebih dari dua persen pada hari sebelum liburan Natal. S&P 500 telah kehilangan sekitar 19,8 persen dari penutupan tertinggi 20 September, hanya sedikit dari ambang batas 20 persen yang biasanya mendefinisikan pasar 'beruang'.

The Fed menaikkan suku bunga lagi minggu lalu, seperti yang telah banyak diperkirakan. Sedangkan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengadakan panggilan dengan Kelompok Kerja Presiden di Pasar Keuangan, sebuah badan yang dikenal dengan bahasa sehari-hari sebagai Tim Plunge Protection, yang biasanya bersidang hanya pada saat volatilitas pasar tengah berat.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi