Pasar Bergejolak, Kementerian BUMN Kaji Buyback Saham

Dian Ihsan Siregar 09 Mei 2018 15:53 WIB
kementerian bumn
Pasar Bergejolak, Kementerian BUMN Kaji <i>Buyback</i> Saham
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro? (tengah). (FOTO: Medcom.id/Dian)
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mempertimbangkan langkah pembelian kembali (buyback) saham perusahaan pelat merah. Hal itu sejalan dengan keadaan pasar yang sedang bergejolak pada saat ini.

Beberapa hari ini indeks mengalami penurunan yang drastis. Tercatat penurunannya lebih dari satu persen, bahkan bisa di atas dua persen. Meski sepanjang perdagangan hari ini indeks naik 1,33 persen atau setara 76,67 poin ke posisi 5.850,98, dari posisi pembukaan perdagangan pagi tadi di level 5.782.

"Tetapi sejauh ini belum ada pembahasan hal tersebut, namun itu bisa jadi pilihan. Nanti akan kami lihat dulu kondisi ke depannya bagaimana," sebut Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro‎, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Pembelian kembali saham, tutur Aloysius, merupakan hal yang biasa dilakukan perusahaan. Namun demikian, langkah buyback saham dikembalikan kembali kepada masing-masing perusahaan.

Jika melihat keadaan nilai rupiah yang sedang terpukul di saat ini, dia menyatakan, dirinya belum mengetahui secara detail, apakah ada instruksi khusus kepada perusahaan pelat merah untuk mengurangi risiko.

Pelemahan rupiah, sambung dia, merupakan kewenangan dari pelaku moneter. Dengan begitu, dia belum mengetahui apakah ada instruksi khusus kepada perusahaan pelat merah pada saat rupiah menurun. "Itu kan kebijakan moneter, saya tidak tahu. Itu kebijakan moneter dong," tutur pria yang sempat berkarir di PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perusahaan BUMN, yakni BRI belum membutuhkan adanya aksi buyback saham. Ketika saham turun, mungkin perusahaan bisa menjalankan buyback saham.

"Pasti kami lakukan (buyback) ya, tapi ini kami lihat pergerakannya masih normal, belum turun jauh, jika kita banding dengan keadaan di 2015, ketika kami putuskan untuk jalankan buyback," ucap Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo.

 



(AHL)