Rektor IPB Arif Satria saat menyambangi Bursa Efek Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Rektor IPB Arif Satria saat menyambangi Bursa Efek Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Literasi Saham, FEM IPB Bakal Buat Mini Bursa

Ekonomi saham bei
Nia Deviyana • 18 April 2019 12:58
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB) akan mengembangkan galeri investasi. Adapun salah satu programnya adalah membuka mini bursa sehingga mahasiswa memiliki pengalaman dan pemahaman seputar kinerja pasar modal.
 
"Pemahaman akan pasar modal, merupakan dasar untuk memahami perkembangan ekonomi, bisnis, dan keuangan negara," ujar Rektor IPB Arif Satria saat menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
 
Arif menilai sangat penting bagi mahasiswa memiliki pemahaman seputar investasi saham. Sebab, instrumen investasi ini sangat sensitif oleh kondisi perekonomian.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bicara ekonomi, di mana pun selalu dikaitkan dengan pasar modal. Indikator Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu merespons dinamika apapun, seperti politik dan sosial sehingga mahasiswa harus mengetahui," jelasnya.
 
Untuk program ini IPB akan menyiapkan beberapa simulasi untuk pelatihan investasi, khususnya saham.
 
"Dengan kita membangun mini bursa di IPB, real time mahasiswa sudah mengetahui harga saham di bursa, sehingga membuat mahasiswa lebih adaptif dan mahir terhadap perubahan," tukasnya.
 
Selain ituBEI, FEM IPB, dan Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) juga saling bekerja sama untuk mengimplementasikan kerja sama dalam pengembangan, pemahaman, dan pembelajaran pasar modal untuk mahasiswa IPB.
 
Pemahaman akan pasar modal diyakini merupakan dasar untuk memahami perkembangan ekonomi, bisnis, dan keuangan negara.
 
"Dengan mendapatkan informasi yang sesungguhnya berkaitan dengan kondisi pasar modal dan sektor jasa keuangan, akan memberikan pengalaman yang sangat signifikan dan bermanfaat bagi mahasiswa pada saatnya nanti setelah menyelesaikan studi," tambah Dekan FEM IPB Nunung Nuryartono.
 
Nunung merujuk pada prinsip baru IPB bahwa mahasiswa harus menjadi Powerful Agile Learner, agar kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang tidak ternilai bagi mahasiswa.
 
IPB sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah masuk dalam daftar 100 universitas teratas di dunia berdasarkan QS World University Ranking 2019, untuk kategori 'Pertanian dan Kehutanan', terus berupaya memberikan yang terbaik dan membangun berbagai jejaring kerja sama.
 
Hal ini seiring dengan berkembangnya Revolusi Industri 4.0 dan dinamika yang sangat cepat dari lingkungan eksternal, sehingga perlu diupayakan sejumlah penyesuaian dalam proses pembelajaran, terutama untuk memberikan bekal bagi para mahasiswa agar memiliki pengalaman nyata di berbagai bidang.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif