Strategi Menkeu Stabilkan Rupiah

Eko Nordiansyah 08 Oktober 2018 19:24 WIB
rupiah
Strategi Menkeu Stabilkan Rupiah
Rupiah. MI/RAMDANI.
Nusa Dua: Pemerintah terus melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Berbagai upaya dimaksudkan agar nilai tukar rupiah tidak terdepresiasi cukup dalam karena gejolak global.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah 53,5 poin pada Rp15.236 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah jatuh 45 poin pada Rp15.220 per USD, sedangkan Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp15.193 per USD.

"Oleh karena itu, yang harus dilakukan kita adalah penyesuaian-penyesuaian baik di dalam strategi pembangunan kita supaya lebih stabil dan berdaya tahan (kuat)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Melia Hotel, Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan pemerintah akan melakukan penyesuaian dalam bentuk nilai tukar yang fleksibel. Namun begitu respon pemerintah harus disesuaikan dengan kondisi global, termasuk kecepatan mengantisipasi ketidakpastian yang muncul.

"Memang kita harus hati-hati dari sisi speed. Namun fleksibilitas dalam nilai tukar tidak bisa dihindarkan, karena dia merupakan bagian dari respons terhadap perubahan lingkungan global yang masih akan terus berjalan," jelas dia.

Sebelumnya, Sri Mulyani menilai pelemahan nilai tukar disebabkan oleh perkembangan ekonomi AS yang begitu cepat. Salah satunya adalah kenaikan yield untuk obligasi 10 tahun AS menjadi di atas tiga persen.

"Hari ini kalau kita lihat data yang di AS terutama yang dipicu oleh yield 10 tahun bonds-nya AS yang naik luar biasa tajam, sudah di atas 3,4 persen. Ini unprecedented," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id