Rupiah Terpeleset, IHSG Merekah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah karena mata uang Paman Sam bergerak menguat.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 28 November 2018, rupiah tertekan hingga mencapai 22,5 poin atau setara 0,16 persen ke posisi Rp14.537 per USD.

Adapun pada awal pembukaan perdagangan rupiah sudah tertekan ke level Rp14.533 per USD dibandingkan pergerakan sebelumnya yang berada di level Rp14.515 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp14.525 per USD. Rupiah melemah 15 poin atau setara 0,10 persen dari pembukaan Rp14.511 per USD.

Sedangkan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan menguat tipis 2,878 poin atau setara 0,048 persen ke posisi 6.016.

Gerak IHSG ditopang sebanyak 857,8 juta lembar saham senilai Rp615,7 miliar. Sebanyak 152 saham, 79 saham melemah, dan 107 saham stagnan.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada sebelumya memprediksikan kembali meningkatnya laju USD seiring kembali munculnya kekhawatiran perang dagang setelah Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap yang tidak akan melunak dengan Tiongkok terkait penentuan tarif barang impor.

"Pergerakan USD kembali menunjukan peningkatannya sehingga cukup menekan pergerakan rupiah," kata Reza dalam riset hariannya, Rabu, 28 November 2018.

Reza menjelaskan, meski pergerakan rupiah kali ini masih berada di bawah Rp15 ribu namun, bukan berarti telah aman dan dapat dimungkinkan kembali melemah. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.500 per USD sampai Rp14.515 per USD.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id