Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Rupiah Diperkirakan Terhempas ke Rp14.230/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 23 Agustus 2019 08:49
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak stabil di level 98,1-98,20 terhadap mata uang kuat utama lainnya. Stabilnya USD didorong oleh data PMI manufaktur Amerika Serikat (AS) yang mengalami kontraksi di Agustus menjadi 49,9 dari sebelumnya di posisi 50,4.
 
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan data PMI di bawah 50 menunjukan sektor manufaktur mengalami kontraksi. Dalam hal ini, investor cenderung memilih yen sebagai safe haven di tengah kekhawatiran melemahnya ekonomi AS. Rupiah kemungkinan melemah hari ini setelah BI di luar dugaan konsensus menurunkan tingkat suku bunga acuan.
 
"Menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.230 sampai dengan Rp14.250 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat tumbang pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah rebound poundsterling Inggris. hal itu terjadi karena Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan keberangkatan Inggris yang telah dinegosiasikan dari Uni Eropa masih memungkinkan.
 
Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,13 persen menjadi 98,1781 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah USD1,1085 dari USD1,1085 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2257 dari USD1,2123 AS pada sesi sebelumnya.
 
Sedangkan dolar Australia turun menjadi USD0,6757 dibandingkan dengan USD0,6781. Dolar AS membeli 106,41 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9836 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9824 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3299 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3291 dolar Kanada.
 
Dalam kunjungannya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melakukan pembicaraan tentang Brexit dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis sore di Paris. "Kita harus meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, ada kesepakatan atau tidak," kata Johnson kepada pers sebelum perundingan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor memantau dengan cermat simposium ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Di sisi lain, perang dagang yang sedang terjadi masih memberikan beban terhadap gerak pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 49,51 poin atau 0,19 persen menjadi 26.252,24. Sedangkan S&P 500 turun 1,48 poin atau 0,05 persen menjadi 2.922,95. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 28,82 poin atau 0,36 persen menjadi 7.991,39.
 
Pasar saham berharap bahwa Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan mengklarifikasi sikap bank sentral AS mengenai penurunan suku bunga dan mengonfirmasi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam simposium. Adapun Powell dijadwalkan menyampaikan pidato pada Jumat waktu setempat.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif