Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Kondisi Politik Dalam Negeri Bayangi Gerak IHSG

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 22 Mei 2019 08:27
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah karena masih dibayang-bayangi sentimen global dan kondisi politik dalam negeri. Meski demikian, katalis positif diharapkan kembali berdatangan guna membuat IHSG berbalik arah ke area hijau.
 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan meskipun IHSG ditutup menguat pada perdagangaan kemarin di level 5.951,37, namun pergerakan IHSG ini masih akan terpapar beberapa sentimen negatif. Dennies memprediksi laju indeks akan diperdagangkan pada level support 5.886-5.918 dan level resistance 5.989-6.028.
 
Namun demikian, lanjut Dennies, secara teknis indeks mulai menunjukkan penguatan terbatas. "IHSG diprediksi melemah. Pergerakan IHSG masih akan bayang-bayangi sentimen global. Selain itu, investor melihat adanya risiko politik dari dalam negeri," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, laju indeks hari ini akan kembali menguji level 6.000 sehingga diprediksi pergerakannya berada di zona hijau. "Kami proyeksi IHSG akan bergerak kembali bertahan pada zona hijau dengan support-resistance 5.912-6.000," kata Lanjar.
 
Beberapa saham yang dapat diperhatikan investor hari ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,43 poin atau 0,77 persen menjadi 25.877,33. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 24,13 poin atau 0,85 persen menjadi 2.864,36. Indeks Nasdaq Composite naik 83,35 poin atau 1,08 persen menjadi 7.785,72.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan layanan teknologi dan komunikasi masing-masing naik sebanyak 1,20 persen dan 0,96 persen, di antara kelompok-kelompok dengan kinerja terbaik. Namun, kebutuhan pokok konsumen turun sebanyak 0,31 persen.
 
Saham terkait teknologi dipicu oleh berita bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan lisensi sementara 90 hari melonggarkan pembatasan pada kesepakatan bisnis dengan raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei. Kondisi ini akhirnya memberikan tekanan terhadap gerak saham teknologi di pasar saham AS.
 
Di sisi ekonomi, National Association of Realtors mengatakan, penjualan rumah yang ada di AS menurun untuk bulan kedua berturut-turut pada April, atau pada kecepatan yang jauh lebih lambat. AS berharap kondisi ini bisa mengalami perbaikan di masa-masa yang akan datang.
 
Total penjualan rumah yang ada, transaksi yang diselesaikan dan mencakup rumah keluarga tunggal, townhome, kondominium, dan koperasi, turun sebanyak 0,4 persen dari Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,19 juta pada April.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif