Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja (kanan). (FOTO: Medcom.id)
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja (kanan). (FOTO: Medcom.id)

Bos BCA: Kelanjutan Akuisisi Bank Royal Tunggu RUPSLB

Ekonomi bca
Ade Hapsari Lestarini • 19 Juni 2019 19:48
Jakarta: Kelanjutan usai akuisisi dan pengembangan PT Bank Royal Indonesia (Bank Royal) oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
 
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja mengatakan untuk mencapai kesepakatan ini harus mencapai 75 persen kuorum dalam RUPSLB.
 
"Dari yang hadir harus mencapai 75 persen, baru lah bisa mencapai (kesepakatan)," tutur Jahja, saat halalbihalal bersama media, di Plataran Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, untuk visi Bank Royal ke depan, rencananya akan dibuat bank fokus. Namun belum pasti akan difokuskan ke mana. "Fokusnya bisa macam-macam, jadi jangan ditanyakan dulu, karena ada beberapa opsi," tambah dia.
 
Banyak pilihan fokus yang akan dilakukan oleh BCA. Saat ini, lanjut dia, masih dalam proses penggodokan. Menurut Jahja, fokus ini bisa saja ke digital, wealth management, mikro lending, dan lain-lain.
 
"Tim kita lagi lihat mana yang terbaik. Besok (Kamis, 20 Juni) kita minta persetujuan pemegang saham minoritas. Kalau disetujui baru ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata dia.
 
Menurut dia, implementasi menjadi bank fokus apabila tahun ini sudah cocok, maka langsung diterapkan. "Harusnya tim dalam sebulan, dua bulan menjajaki. Kita juga tidak menargetkan, santai saja," jelasnya.
 
Dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Medcom.id, Senin, 22 April 2019, BCA bersama anak usahanya PT BCA Finance membeli saham Bank Royal dari PT Royalindo Investa Wijaya, Leslie Soemadi, Ibrahim Sumedi, Nevin Soemadi, dan Ko Sugiarto.
 
Pembelian saham itu ditandai oleh penandatangan perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 April 2019.Berdasarkan perjanjian tersebut, BCA akan membeli sebanyak 2,87 juta lembar saham Bank Royal yang mewakili seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor oleh para penjual saham Bank Royal.
 
Hingga 2018, pertumbuhan kredit Bank Royal tercatat Rp566 miliar. Angka ini turun 1,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp574,54 miliar.
 
Sementara u
ntuk laba bersih, Bank Royal mencetak untung senilai Rp857 juta. Rasio kredit bermasalah ataunon performing loan(NPL) kotor Bank Royal sebesar 2,26 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 5,62 persen.Sedangkan rasio kecukupan modal, Bank Royal memiliki rasio sebesar 54,6 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif