NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTOAntara/Azis.
Ilustrasi. FOTOAntara/Azis.

BEI DIY Gencarkan Kampanye Yuk Nabung Saham

Ekonomi saham
12 Februari 2017 16:17
medcom.id, Yogyakarta: Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan kampanye Yuk Nabung Saham sebagai salah satu upaya edukasi investasi bagi masyarakat, khususnya di pasar modal.
 
"Kampanye itu masih terus kami lakukan karena hingga saat ini persentase investor domestik masih kecil dibanding investor mancanegara," kata Kepala Perwaklan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta dikutip dari Antara, Minggu, 12 Februari 2017.
 
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang melek investasi, angka korban investasi bodong bisa berkurang secara signifikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski hingga saat ini cukup banyak warga Yogyakarta yang mulai melek investasi, namun jumlahnya masih perlu ditingkatkan. Hal itu, menurut dia, jumlah investor di Indonesia secara umum masih dikuasai oleh asing.
 
"Sampai sekarang jumlah investor di Indonesia berjumlah 400 ribu orang. Dari jumlah itu, investor lokal hanya 37 persen," kata dia.
 
Selain meningkatkan jumlah investor pasar modal, kampanye Yuk Nabung Saham, menurut Irfan, juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih wahana investasi yang tepat.
 
Kampanye Yuk Nabung Saham kerap kali dilakukan melalui Galeri Investasi BEI (GI BEI) yang ada di kampus. Hingga 2016 GI BEI terbentuk di 27 kampus di DIY dengan didukung 17 perusahaan sekuritas.
 
"GI BEI tidak hanya bersosialisasi di kampus saja, tapi juga kami terapkan GI BEI Mobile, yaitu sosialisasi dan edukasi ke luar ke kantong-kantong kelompok masyarakat dan komunitas," kata dia.
 
Ia menyebutkan berdasarkan data BEI DIY jumlah investor pasar modal di daerah itu hingga Desember 2016 mencapai 22.291 orang, atau meningkat signifikan dibanding 2015 sebanyak 14.952 investor.
 
Dengan jumlah investor yang terus meningkat, menurut dia, dari sisi transaksi juga menunjukkan angka yang menggembirakan yakni rata-rata Rp269 miliar per bulan. Tren itu meningkat dibandingkan 2015 yang rata-rata mencapai Rp245 miliar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif