Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Harga Saham Lebih Dipengaruhi Sentimen Global

Ekonomi ihsg
26 Desember 2018 10:23
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2018 dipengaruhi berbagai sentimen, baik lokal maupun global. Akan tetapi, faktor terakhir tampaknya lebih dominan, terutama terkait dengan kebijakan perekonomian Amerika Serikat.
 
Sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG dan juga bursa saham dunia lainnya, antara lain keputusan The Fed (bank sentral AS) yang telah menaikkan suku bunga acuan, berbagai komentar ataupun kicauan Twitter Presiden Trump dalam menanggapi pemerintahan maupun kondisi ekonomi AS, serta masih adanya potensi perang dagang antara AS dan Tiongkok, hingga kondisi di Uni Eropa.
 
"Sementara itu, kondisi di dalam negeri relatif masih terjaga atau dalam arti tidak terlalu buruk meski dibarengi dengan rilis negatif dari defisit neraca pembayaran dan perdagangan hingga melemahnya nilai tukar rupiah. Berbagai kondisi internal tersebut dapat dikatakan merupakan imbas dari global," ujar Senior Advisor CSA Research Institute Reza Priyambada,ketika dihubungi, Selasa, 25 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir November 2018, IHSG turun sebanyak 4,71 persen secara year on year (yoy). Tidak hanya di Indonesia, di AS bursa juga bergerak liar dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, keguncangan tersebut mengakibatkan sejumlah harga saham turun dan diperkirakan semakin memburuk di 2019.
 
Di AS, Nasdaq Composite ditutup di area bearish (menurun) dan S&P 500 berada di ambang yang sama setelah turun hampir 18 persen dari rekornya awal tahun ini. Secara global, DAX Jerman dan Shanghai Composite Tiongkok juga telah memasuki level pasar yang anjlok.
 
The Fed, kata para ahli, mungkin akan terus menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global semain meningkat yang diperparah perang perdagangan antara AS dan Tiongkok.
 
"Saya ingin menjadi lebih optimistis, tetapi saya tidak melihat terlalu banyak hal positif di luar sana," kata Ahli Strategi Global CCB International Securities, Mark Jolley, seperti dikutip dari CNBC international, Selasa, 25 Desember 2018.
 
Kepala Ekonomi dan Strategi Mizuho Bank Wisnu Varathan mengungkapkan secara umum investor memiliki lebih sedikit alasan untuk optimistis sekarang ini. Hal itu karena pengetatan kebijakan moneter The Fed mengartikan akan ada lebih sedikit uang untuk investasi. (Media Indonesia)
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi