Rupiah Jalan di Tempat
Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan. Kendati demikian, rupiah sempat menyentuh level terkuatnya di bawah Rp15.200 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 16 Oktober 2018, rupiah diperdagangkan stagnan di level Rp15.200 per USD. Rupiah sempat menguat hingga 19,5 poin atau setara 0,13 persen.

Sementara itu menilik data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di level Rp15.195 per USD. Rupiah menguat hingga lima poin atau setara 0,03 persen. Sedangkan berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia, Jisdor, rupiah berada di level Rp15.206 per USD.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan perkembangan positif ini akan memperkuat rupiah di jangka pendek karena menurunnya kekhawatiran mengenai defisit perdagangan.

"Walau demikian, prospek rupiah di jangka pendek dan panjang tetap dipengaruhi oleh berbagai risiko eksternal," tutur Lukman dalam hasil risetnya, Selasa, 16 Oktober 2018.

Indonesia mencatat surplus sebesar USD230 juta bulan lalu dibandingkan defisit USD1,02 miliar di Agustus dan defisit USD2,03 miliar di Juli.

Dia melanjutkan, ketegangan dagang global, kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan global, serta prospek kenaikan suku bunga AS, masih mengganggu selera risiko dan menjadi momok bagi mata uang pasar berkembang seperti rupiah.

"Kalender ekonomi Indonesia relatif santai hari ini, sehingga arah rupiah mungkin dipengaruhi oleh data dari Amerika Serikat. Dari aspek teknikal, rupiah dapat semakin menguat terhadap dolar apabila dolar dapat turun di bawah Rp15.180 per USD," jelasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id