OJK: Transaksi Saham Bertambah 30% Sehari
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen -- Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pelaksanaan transaksi bursa mengunakan sistem T+2 bakal meningkatkan likuiditas melalui percepatan reinvestment daripada investor. Efesiensi oprasional serta penambahan kapasitas transaksi perusahaan efek juga dinilai bakal terjadi. 

"Secara normatif  kapasitas dia (perusahaan efek) untuk eksekusi order di bursa bertambah, dia punya kapasitas bertambah 30 persen sehari," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 26 November 2018. 

Peningkatan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dari perusahaan efek bisa dimanfaatkan lebih efisien dalam sistem T+2. Kapasitas perusahaan efek dalam mengeksekusi order yang mengalami peningkatan juga secara tidak langsung mengerek nilai transaksi harian.

"Kalau sekarang MKBD misalnya Rp 25 miliar dipakai untuk tiga hari transaksi, karena kalau MKBD-nya mepet seperti itu eskposure-nya Rp 8 miliar per hari. Nanti kalau dibagi dua hari kan jadi Rp 12 miliar per hari, jadi kalau dihitung 30 persen akan ada peningkatan," paparnya. 

Implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa atau settlement dari T+3 ke T+2 yang resmi efektif pada hari ini telah dilaksankan seluruh anggota bursa. Penyelesaian transaksi hari pertama T+2 akan jatuh pada Rabu, 28 November 2018. Sementara siklus penyelesaian T+3 telah selesai pada Jumat 23 November 2018.

Hoesen memastikan implementasi kebijakan dalam pengembangan pasar modal ini dihadirkan untuk berdaya saing global dengan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Upaya mempersingkat siklus penyelesaian transaksi bursa ini juga merupakan kebutuhan penting seiring kemajuan teknologi dan perkembangan praktik yang diterapkan oleh bursa di dunia. 

“Hal ini sudah menyesuaikan dengan internasional best practice dalam peningkatan efisiensi penyelesaian transaksi bursa dan implementasi T+2 di pasar modal global seperti Jerman, Hongkong, India, Korea Selatan, Rusia, Taiwan, dan Thailand,” tandasnya. 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id