Illustrasi. Foto  : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

Terobosan Habibie saat Krismon, Pangkas Dolar ke Rp8.000/USD

Ekonomi kurs rupiah
Nia Deviyana • 11 September 2019 20:31
Jakarta: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dianggap memberi sumbangan terbesar dalam transformasi Indonesia menjadi negara demokratis. Presiden ketiga Republik Indonesia itu tak hanya berperan menyinergikan perkembangan demokrasi, tetapi juga ekonomi pascareformasi, tepatnya setelah tampuk kepemimpinan Soeharto tumbang. Keputusan-keputusan Habibie mampu mengendalikan stabilitas keuangan nasional di era kepemimpinannya.
 
Dirangkum Medcom.id. Rabu, 11 September 2019, pada 1998, kata-kata 'keajaiban' seakan hilang ketika krisis ekonomi mendobrak keras fundamental perekonomian Indonesia. Usai merasakan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan di tahun-tahun sebelumnya, Tanah Air harus merasakan guncangan luar biasa yang membuat indikator ekonomi berubah drastis dan memberikan beban berat bagi masyarakat.
 
Mulai dari nilai tukar rupiah yang menembus level Rp16.800 per USD, tingkat inflasi bergerak sangat liar sehingga harga kebutuhan pokok merangkak tinggi yang membuat masyarakat sulit mendapatkan bahan pokok yang murah, hingga rusaknya stabilitas sosial dan keamanan telah memporak-porandakan tatanan perekonomian Indonesia saat itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Habibie saat itu menelurkan beberapa kebijakan, di antaranya merekapitulasi perbankan dan menerapkan independensi Bank Indonesia, mengesahkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 mengenai Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen. Kebijakan itu rupanya mampu mengembalikan nilai tukar rupiah yang semula menyentuh Rp16.800 per USD menjadi Rp8.000 per USD dalam kurun satu tahun menjabat.
 
Habibie juga melikuidasi beberapa bank yang bermasalah lewat pinjaman International Monetary Fund (IMF). Namun IMF saat itu menghentikan sementara pinjamannya karena pemerintah menolak mengumumkan hasil audit Bank Bali kepada publik.
 
Tak hanya itu, Habibie juga harus berhadapan dengan intervensi ekonomi yang dipaksakan International Monetary Fund (IMF). Lembaga moneter ini memaksa Indonesia agar menghapus kebijakan subsidi, terutama BBM dan TDL. Namun, hal itu ditolak Habibie.
 
Ketika itu, Habibie mempertahankan agar harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh rakyat yang terpuruk akibat krisis. Harga premium saat itu dipatok Rp1.000, dan solar Rp 550. Keputusan ini mendapatkan kritik tajam dari IMF. Rabu, 11 September 2019 B.J Habibie wafat. Habibie wafat pada usia 83 tahun. Presiden ketiga yang juga dikenal sebagai bapak teknologi ini meninggal dunia pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif